Kemarin aku diskusi dengan Nodi. Tadinya cuman ngobrol santai urusan kerjaan, kok malah akhirnya kita ketemu topik yang menarik.
Kita melihat, ternyata kampanye anti narkoba yang ada sekarang ini nggak bermanfaat. Karena kampanyenya tanpa arah. Dimana-mana kita melihat "katakan tidak pada narkoba", "narkoba membawa sengsara", dll yang intinya mah sama saja. Cuman mengatakan tidak pada narkoba dan narkoba membawa sengsara.
Dari sisi kampanye mencegah pengguna pemula narkoba, kita analisa iklan-iklan itu tidak bermanfaat. Karena bahasa di antara para pengguna narkoba dan pemula adalah "Ah anak mami loe, nggak berani pake narkoba", "ah pengecut loe.. ", dan semacamnya. Jadi seolah anak yang nggak pake narkoba adalah anak yang tidak hebat. Ini persis seperti bagaimana anak-anak merokok pertama kali. Karena lingkungan pertemanan yang mengatakan seperti itu sehingga anak yang bermental lemah akan luluh.
Dengan kondisi ini, maka kampanye narkoba harus bisa membalik persepsi itu! Kampanye narkoba, supaya berhasil, harus diarahkan pada pencitraan bahwa kalo pake narkoba itu lemah! Kalo pake narkoba itu chicken! Jadi kira-kira kita menyebar tag seperti ini
Kira-kira semacam itulah (kalau tim kreatif pastilah ide-idenya lebih menarik). Sayang nggak bisa diskusi panjang. Tapi sempat memetakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan lebih lanjut dengan ide ini. Selanjutnya tergantung Nodi. Aku nggak punya energi untuk menindaklanjutinya. Semoga dia bisa mengembangkan ide ini lebih jauh. Jika diseriusi, aku yakin ini bisa jadi langkah besar. Semoga…
Setuju. Kampanye anti narkoba yang ada saat ini memang kurang efektif, dan mungkin kita bisa mengambil manfaat dari cerita ini:
Dua orang pemakai, Fred dan George, tertangkap basah membawa narkoba saat razia. Mereka lalu dihukum penjara, tapi karena baru pemakai tingkat pemula, mereka tidak terlalu lama mengalami sakaw dan setelah itu bertingkah laku baik di penjara.
Karena bertingkah laku baik, maka hakim mempertimbangkan untuk memberi pembebasan bersyarat, tapi selama itu mereka harus berkampanye menginsyafkan para pemakai narkoba yang lain. Kalau berhasil, maka masa hukuman mereka akan dikurangi.
Fred dan George lalu mulai berkampanye untuk menginsyafkan pada pemakai narkoba.
Setelah satu bulan, mereka dipanggil kembali menghadap hakim untuk melaporkan hasil kerja masing-masing.
“Yang Mulia,” Fred melapor duluan, “selama satu bulan ini saya sudah menginsyafkan lima orang pemakai.”
“Hmmm… Tidak buruk,” jawab hakim, “by the way, metode apa yang kamu gunakan?”
Fred lalu bercerita, “Saya melakukannya dengan cara presentasi,Yang Mulia. Pada presentasi itu saya menggambar lingkaran besar dan lingkaran kecil. Setelah itu saya menunjuk ke lingkaran besar dan berkata, ‘ini otak kalian sebelum memakai narkoba’, lalu saya menunjuk ke lingkaran kecil, ‘dan ini otak kalian setelah memakai narkoba’. Jadi saya menunjukkan bahwa memakai narkoba membuat otak mereka menjadi kecil.”
“Oke,” jawab hakim, “kalau kamu bagaimana, George? Berapa pemakai narkoba yang sudah kamu insyafkan selama sebulan ini?”
“Your Honor… Saya sudah menginsyafkan lima puluh tiga orang!”
“Lima puluh tiga orang? Banyak sekali? Metode apa yang kamu gunakan?”
George bercerita, “oh, sama seperti Fred, saya juga melakukan presentasi dan menggambar lingkaran kecil dan lingkaran besar, lalu saya menunjuk ke lingkaran kecil dan berkata, ‘ini adalah LUBANG DUBUR kalian sebelum kalian masuk PENJARA….’”
Nah, metode siapa yang paling efektif? Fred atau George?
hehe..
gurauan yang mungkin serius Kresh:))
BTW, aku sekarang nulis di dotindo.wordpress.com. Comment-comment di sana aja.
Wordpress lambat bo…. ![]()
(tapi friendster blog juga nggak cepet-cepet amat sich…)