Jangan melupakan ilmu statistik!
Kebetulan satu boleh terjadi. Kebetulan dua boleh terjadi. Namun kebetulan yang berturut-turut terus terjadi, kalau kita percaya itu kebetulan, berarti kita bodoh! Itulah kira-kira pesan dari Pak Gunawan, dosen statistikku dulu.
Pesan itu pula yang kuingat ketika kecelakaan terus menerus terjadi. There should be something wrong, not just a random accident!
Apa kemungkinan yang mungkin dibalik semua itu ?
Sejauh ini aku baru mengidentifikasi dua kemungkinan itu.
Jika kemungkinan 1 yang terjadi, selama belum ada koreksi besar-besaran dan mendasar, sepertinya kita harus siap dengan berbagai kecelakaan dalam berbagai bentuknya. Kita tunggu saja.
Jika kemungkinan 2 yang terjadi, kita cuman bisa berharap pada aparat keamanan (semoga masih bisa diharapkan deh…). Aktifitas sabotase ini hanya akan berhenti ketika : tujuan pelaku tercapai, pelaku tertangkap, atau pelaku menghentikan aksinya di ganti aksi yang lain.
Jika kemungkinan 3 yang terjadi, nothing we can do. It’s better if we wait and increase our security level.
Mana yang akan terjadi? Mari kita lihat sama-sama.. (sambil deg-deg an, apakah kita termasuk yang akan jadi korban? Apapun, siapapun korbannya nanti, tetap harus disayangkan:()
No 1 deh
Hehe.. siap-siap dengan resiko pilihan itu ya Mbak Chezzli:-). Artinya.. mari kita tunggu kecelakaan-kecelakaan lain.
Or, kalau berpikir positif: saatnya kita berbenah di semua lini:-)