Aku pernah berbicara dengan temanku tentang kematian, kukatakan: kematian itu tidak hanya ketika nyawa melayang dari badan, tetapi juga ketika kita tidak memiliki peranan lagi. Aku ingat waktu itu kami membicarakan seorang tokoh yang hilang peranan. Duh.. saat itu temanku sedih dengan kata-kataku. Karena dia tahu pasti arti kata-kataku itu. Temanku itu adalah teman yang sangat mengerti aku (hmm.. betapa rindunya aku pada teman yang bisa mengerti aku).
Then, beberapa hari ini aku sedang berpikir. Mungkin definisi kematian perlu diperluas lagi. Ketika seseorang sendirian, mungkinkah itu juga bisa disebut kematian? Karena dalam kesendirian itu tidak ada yang peduli dia hidup atau tidak. So, kurasa itu bisa masuk dalam kriteria kematian.
Hmm.. menyedihkan.
Kapan kita akan mati? Sudah bisakah kita mempertanggungjawabkan kehidupan kita? Jika belum, kenapa kita malah meributkan hal-hal lain diluar itu? Padahal pertanggungjawaban itu fatal. Kita tidak bisa meralat balik untuk minta hidup lagi:((. Today, I’m really-reall sad about death:(