Sedikit berbagi ilmu ah..
Kali ini aku pengen share tentang teori stress. Materi ini dulu aku dapatkan dari Bu Indri, waktu beliau ngajar tentang psikologi industri.
Untuk memahami fenomena stress, kita bisa melihat pada sebuah gelas yang diisi air (lihat gambar A). Gelas itu ibarat diri kita, dan air itu ibarat tekanan-tekanan / masalah yang menimpa diri kita. Masalah-masalah itu akan terus bertambah dan terus masuk ke dalam gelas. Apa yang terjadi kemudian? Jika kita tidak memiliki penyaluran, maka yang terjadi adalah seperti gambar B, yaitu air tumpah dari gelas. Kondisi ini sama dengan kondisi orang yang stress, dia bisa mengalami kegilaan atau bentuk-bentuk stress yang lain. Jadi masalah akan datang sedikit demi sedikit, terus menerus di tumpuk, dan pada titik yang kritis maka semua akan meledak.
Bagaimana untuk mengatasinya supaya tidak stress? Langkah pertama adalah memperbesar ukuran gelas. Artinya menguatkan diri kita. Semakin besar ukuran gelas, semakin banyak air yang masuk dan tidak tumpah. Artinya, semakin kuat seseorang, semakin dia mampu menerima beban yang orang lain tidak mampu menerima. Makanya kadang kita melihat orang yang terkena masalah kemudian menjadi murung atau bahkan bunuh diri, sementara orang lain yang mengalami beban yang lebih berat terlihat masih bisa tersenyum. Perbedaannya adalah pada ukuran gelasnya, alias kekuatan pribadinya.
Para psikolog (dari barat kalau gak salah) kemudian mengeluarkan alternatif mengatasi stress yaitu dengan membuat lubang-lubang pengaman di gelas, sehingga air tidak pernah sampai penuh, selalu bocor lebih dulu (lihat gambar C). Lobang gelas ini dalam kehidupan nyata berbentuk semisal bar tempat kita bisa menghancurkan berbagai barang, menggunakan foto orang yang dibenci sebagai sasaran tembak, dan berbagai pelampiasan stress yang lain (nggak tahu nih, apakah bersenang-senang di night club dengan musik yang hiruk pikuk dan memungkinkan orang berteriak-teriak dengan liar, termasuk sebagai lobang gelas atau tidak?). Dengan penyaluran seperti ini diharapkan air yang masuk tidak melebihi batas gelas (kapasitas diri). Kelihatannya solusi ini cukup cerdas bukan?
Tapi… ternyata ada yang jauh lebih cerdas lagi! Solusinya bukan membuat lobang pada sisi gelas, tetapi bagaimana membuat gelas tanpa dasar (lihat gambar D)! Dengan gelas tanpa dasar, air berapa banyakpun yang masuk maka tidak akan ada efek apapun bagi gelas. Semua langsung hilang. Bagaimana caranya membuat gelas tanpa dasar? Ternyata ini yang dipraktekkan oleh orang-orang yang taat beragama (note: teori ini tanpa merujuk agama manapun). Mereka selalu mengembalikan semua yang terjadi ke Tuhan, tidak ada yang tersisa buat mereka. Makanya mereka menjadi tidak akan pernah stress!
Itulah materi yang disampaikan oleh Bu Indri.
Sebagai catatan tambahan, bahwa dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah, ayat terakhir “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya… “. Ayat ini sebenarnya bisa kita jadikan pegangan untuk tidak stress, karena Tuhan sudah menjamin kita tidak akan dibebani berlebih dari kemampuan kita!
Untuk yang ingin mencari referensi, boleh baca buku “Jiwa yang Tenang” karya Prof. Dasteghib. Buku ini mengajarkan tentang berserah diri. Kalau dihubungkan dengan teori ini, buku ini mengajarkan tentang bagaimana menjadi gelas tanpa dasar. Tapi nggak tahu nih buku itu masih bisa dicari or nggak. Kemarin aja aku nyarinya agak susah.. Kalau ada yang perlu, boleh deh kontak aku untuk peminjaman buku itu.
mas, a ngopy teorinya bwat tugas.ku yaw…mohon ijin…a ga copy paste kok…cm ATM [Amati Teliti Modifikasi]=D th a lot bro…
tolong dong gw nih lage skripsi bikin alat terapi CES (cranial electrotherapy stimulation) untuk pengujian alat gue kagak tau parameter orang stres itu apa aja ssi? apakah ada standart tertentu orang itu bisa dikatakan stres/depresi ringan? kalo insomnia itu bagaimana, apakah gejala stres juga? apakah dari tekanan darah dan suhu badan kita bisa menentukan bahwa seseorang itu stres? mohon pencerahannya dong.
Sepertinya Hasyim perlu kontak dengan Psikolog atau Psikiater atau Dokter deh. Mereka mungkin lebih paham.
Analisa mengenai pengendalian strees ya ok tuch! Jd ingat pesan my father org tdk akan stress kalau kalau emang yakin pada Tuhan.Cuma mslhnya terkdg iman ini naik turun, gimana caranya biar tetap stabil :).