Jan
02

Harga sebuah kesalahan teori

Filed Under (Uncategorized) by dotindo on 02-01-2007

Berapa harga sebuah kesalahan teori?

Tergantung, teori apa itu.

Kemarin aku ada masalah di gigi, ternyata di empat sudut terjadi keausan. Sumber aus itu ternyata aku salah arah dalam menggosok gigi! Gondok bin sebel, karena aku masalah cara menggosok gigi ini justru dikasih tahu oleh dokter gigi di jaman aku tingkat 2 kuliah. Ketika aku tanyakan itu, dokter gigi yang baru menjawab “Pada saat itu memang teorinya menggosok gigi seperti itu. Setelah ketahuan ternyata memberi efek-efek seperti ini (gigi korosi di empat sudut), teori itu diubah”. FYI, dokter gigi yang mengkonfirmasi terakhir adalah orang UI dan dokter gigi yang mengajari gosok gigi di awal adalah orang Unpad.

OK lah, sebuah kesalahan teori yang berujung pada kerusakan gigi secara permanen (soalnya gak bisa dikembalikan ke kondisi semula).

Hal yang menarik, aku dapati dari data di buku Freakonomics, bagian yang menceritakan tentang faktor penyebab penurunan angka kriminalitas. Bagian itu menunjukkan data tingkat aborsi sebesar 3.6 juta per tahun di US pada tahun 2000!

(Koreksi : data yang benar adalah tingkat per tahun 1.5 juta, dan total hingga tahun 2004 mencapai 37 juta pengguguran kandungan. Aku kalau urusan persisnya angka sering lupa:D)

Aku kemudian teringat Sigmund Freud, bapak psikologi yang mengajarkan manusia untuk membebaskan urusan seksualnya karena urusan itu adalah bagian yang paling mengganggu pikiran manusia (obsesi utama). Dengan itu dibebaskan maka manusia bisa konsentrasi ke urusan dunia (materi) dan mencapai kemajuan. Aku nggak tahu apakah teori tersebut benar atau tidak ( membaca tulisan aslinya aja aku belum pernah euy:( ). Namun aku teringat pada film Jurasic Park (film tentang kembalinya Dinosaurus dengan teknologi kloning genetika). Di film tersebut ada dikisahkan bahwa pemilik Jurasic Park mengundang berbagai ilmuwan untuk melihat tamannya dia dan dimintai komentar. Komentar yang aku ingat terus hingga saat ini adalah komentar sang ahli Matematika. Dia berkata bahwa dia masih belum tahu apakah ada masalah atau tidak, tetapi dia mengingatkan bahwa "Menentang hukum alam, pasti akan membawa bencana!". Dan dia menjelaskan bahwa proses alam telah mengakibatkan kepunahan Dinosaurus, ketika sekarang kita membalikkan proses itu, menghidupkan kembali Dinosaurus, maka bencana tinggal dinanti. Dan terbukti kata-katanya benar, proses kehamilan dinosaurus yang dikontrol ternyata kacau akibat sifat reptil (atau kodok? lupa aku), sel induk yang dijadikan perantara kloning.

Kembali ke Sigmun Freud, teorinya tentang membebaskan urusan seksual, "sepertinya" (kata sepertinya saya kasih tanda kutip, karena butuh perdebatan panjang untuk membuktikannya) melawan hukum alam tentang manusia dan proses pernikahan yang sudah digariskan Tuhan. Berbagai macam agama mengatur masalah pernikahan. Baik itu Hindu, Budha, Islam, Kristen, Yahudi, dll (tidak terhitung agama buatan manusia yang tidak dikenal) semuanya mengatur masalah pernikahan. Anggaplah untuk saat ini terjadi proses melawan hukum alam (ketentuan Tuhan) oleh Sigmund Freud. Kemudian, apa yang didapat dari proses melawan hukum alam ini?

Buku Freakonomics secara tidak langsung menguraikan efek tersebut.

  • Pertama, terjadi proses kehamilan yang tidak diinginkan. Ini banyak sebab, karena ekonomi (bayangkan perempuan miskin, hidup sendirian, harus menanggung anak?), kedewasaan, dll. Para bayi yang dihasilkan dari kehamilan tidak diinginkan ini kecenderungannya dibesarkan tidak dengan baik sehingga akhirnya mereka cenderung ke dunia kriminal. Akibatnya angka kriminalitas tinggi!
  • Kedua, pada suatu masa akhirnya aborsi dinyatakan legal di Amerika. Ketika itu ratusan ribu proses aborsi dilakukan. Dan efeknya, ketika para "bayi yang seharusnya dilahirkan" itu diperkirakan mencapai usia dewasa, ternyata angka kriminalitas menurun tajam. Artinya, akibat para "calon kriminal" tidak jadi dilahirkan (karena aborsi), maka angka kriminalitas turun (dalam Freakonomics, Levitt tidak berbicara etik, dia hanya menyajikan analisa data).

Jadi secara ringkas, kesalahanan teori Freud memberikan efek :

  • Angka kriminalitas meningkat
  • Untuk menekan kriminalitas, dilakukan aborsi yang mencapai 3.6 juta per tahun di Amerika.

Total angka aborsi selama beberapa tahun jelas jauh melebihi pembantaian genocide yang pernah dilakukan manusia manapun (ini diungkap juga di Freakonomics).

Seandainya teori ini dikaji dengan ilmiah dan bisa dibuktikan dan disajikan  secara ilmiah bahwa ada sebuah kesalahan teori dan para ilmuwan kemudian melakukan koreksi bersama, mungkin revolusi budaya dunia mungkin akan terjadi. Dan mungkin ini bukan hanya teori dari Freud saja, tetapi juga teori-teori lain yang mendasari sistem kapitalisme dan materialisme. Mungkinkah ini terjadi? Wallahu a’lam. Yang jelas ini jauh dari keahlianku. Silahkan para ilmuwan sosial dan para filsuf untuk melakukannya. Jangan hanya berdiri di menara gading, dunia menantimu wahai Filsuf.



1 Comment So Far

Taufiq on 10 April, 2007 at 3:00 am #
    

Mana komentarmmu Kresh?


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: