Jan
29
Filed Under (General) by dotindo on 29-01-2007

Tidak hanya termangu oleh emosi!

Meski mendayu-dayu oleh musiknya Reza, aku malah nemu videonya Stevejobs di Youtube. Dan textnya ada di sini : ‘You’ve got to find what you love,’ Jobs says.

Silahkan dibaca deh, cukup memberi spirit. Secara implisit bisa dilihat perjuangan Steve Jobs diawal :

It wasn’t all romantic. I didn’t have a dorm room, so I slept on the floor in friends’ rooms, I returned coke bottles for the 5¢ deposits to buy food with, and I would walk the 7 miles across town every Sunday night to get one good meal a week at the Hare Krishna temple. I loved it.

Kemudian bagaimana dia menghubungkan berbagai peristiwa (connecting the dot) :

If I had never dropped out, I would have never dropped in on this calligraphy class, and personal computers might not have the wonderful typography that they do. Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college. But it was very, very clear looking backwards ten years later.

Duh.. baca cuplikan-cuplikan diatas mungkin tidak bisa terasa spiritnya. Bagusan deh baca langsung dari sumbernya!

Inti pembicaraannya.. (kesimpulanku) waktu terus berlalu. Bergeraklah! Apapun gerakanmu. Job, love, anything!

Hmm.. jadi ingat kata-kata Ali bin Abu Thalib "Waktu ibarat pedang, jika kamu tidak menggunakannya maka dia akan memotongmu". Susunan kata-kata yang cerdas yang lahir ratusan tahun yang lalu.

Dan Surat Al Ashr (Masa)

(1) Demi Masa, (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

Mana dari semua diatas yang lebih menyemangati anda, silahkan disesuaikan:-) Let’s keep on spirit!

Jan
29
Filed Under (Uncategorized) by dotindo on 29-01-2007

Manusia harus seimbang antara hati dan pikiran. Salah satu cara menyeimbangkan, bagi para kuli seperti aku adalah dengan mendekatkan diri ke seni.

Entah kenapa, aku kok teringat lagunya Reza, dan aku cari lyrics-nya di google. Below is the song :

Biar Menjadi Kenangan

Tetes airmata ku tak tertahan lagi
Menanti kepastian tentang kita
Kau masih juga bersamanya
Masih mencintainya

Maafkanlah sayangku atas keadaan
Kamu tak pernah jadi kekasihku
Wajahnya selalu terbayang
Saat kau di sisiku

Aku dan kamu takkan tahu
Mengapa kita tak berpisah
Walau kita takkan pernah satu
Biarlah aku menyimpan bayang mu
Dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis di dalam hatiku
Meskipun perih namun tetap selalu ada
Di sini

Ku beri segalanya semampunya aku
Meski cinta harus terbagi dua
Mungkin kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku

Oh pasti kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku

Kalau melihat teksnya sih sepertinya tragis ya.. Tapi aku seneng lagu ini bukan karena textnya, tapi penjiwaan yang terpancar ketika Reza menyanyikan lagu ini. Dan alunan musiknya yang melankolis itu kali ya yang membuat aku mabuk?

Whuaa… jadi kangen pengen ndengerin lagu itu euy!

Jan
23
Filed Under (Religion) by dotindo on 23-01-2007

Aku tadi menuliskan ini di websitenya JIL. Nggak tahu bakal dimuat atau nggak, atau mau diedit dulu. Ini versi lengkap tulisanku itu :

===

Naudzubillah min dzalik..
Astaghfirullah hal adziem..

Saya pertama kali membuka JIL langsung membaca halaman Tentang JIL. Dan saya langsung kaget dengan isinya. Mana yang benar :
- Manusia menafsirkan Al-Qur’an, atau
- Manusia mempelajari Al-Qur’an ?

JIL berpanjang lebar menguraikan dirinya, dan semuanya ternyata berisi kesombongan dirinya. Seolah dirinya begitu hebat dengan nilai-nilai yang dianutnya. Lihat ini :
====
http://islamlib.com/id/tentangkami.php
4. Apa misi JIL?
Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.
==
Dengan seperti ini sudah jelas JIL memposisikan dirinya diatas Islam! JIL jelas tidak memilih jalan Islam (Islam = berserah diri)!
Itu dari sisi identitas yang dipublikasikan JIL.
Sekarang kita lihat pada artikel Perlunya Merombak Teologi Haji. Saya tidak bisa membayangkan ada orang yang bisa berkata semenjijikkan ini. Sekali lagi saya ber-istighfar. Bagaimana bisa orang menuliskan ide seenak udelnya sendiri (emang orang lain doyan udelnya dia apa???), tanpa logika langsung mengatakan waktu haji bisa diubah. Dan bukannya menyusun dalil pembenaran untuk idenya ini (karena memang nggak bisa mengungkapkan dalil), malah penulis menyombongkan diri dan menawarkan keuntungan materi dari ide ini. Seolah-olah orang Islam demi uang yang sedikit mau mengubah-ubah agamanya. Astaghfirullah hal adziem.. saya benar-benar jijik melihat tulisan ini.
Saya mungkin sering berkata kasar, tapi saya rasa saya tidak akan berkata yang semenjijikkan ini dan mumpublishnya dalam suatu web yang mewakili organisasi / gerakan. Dengan ini maka saya jadi semakin yakin bahwa kelompok JIL ini bukan sekedar aliran yang payah pemikirannya ataupun kelompok murtad, tapi lebih rendah dari itu.. menjijikkan!

Jan
22
Filed Under (Religion) by dotindo on 22-01-2007

Albaqarah_284286_3

Aku sekarang sedang suka Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Aku baca ini berulang-ulang di berbagai sholatku. Aku senang karena ayat ini, pertama: menyadarkan kita bahwa sesungguhnya Allah lah pemilik langit dan bumi, dan kita tidak bisa menyembunyikan sedikitpun dari-Nya. Coba lihat arti ayat 284.

Yang kedua : ayat 286 memberikan kita hiburan bahwa Tuhan tidak akan membebani kita. Ayat ini memberikan ketentraman karena kita dijamin tidak memiliki beban berlebih. Dan ayat inipun terdapat doa yang meminta kita diringankan. Doa yang luar biasa menurutku. Coba deh baca artinya, bayangkan betapa Rahman dan Rahim Tuhan, sehingga mengajarkan doa seperti itu di dalam Al-Qur’an.

Berikut ini terjemah lengkap dari tiga ayat di atas. Semoga sharing ini bermanfaat bagi siapapun :-)

Terjemah Al-Baqarah 284-286

[284] Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[285] Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

[286] Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Jan
17
Filed Under (Education) by dotindo on 17-01-2007

Gelas_1

Sedikit berbagi ilmu ah..

Kali ini aku pengen share tentang teori stress. Materi ini dulu aku dapatkan dari Bu Indri, waktu beliau ngajar tentang psikologi industri.

Untuk memahami fenomena stress, kita bisa melihat pada sebuah gelas yang diisi air (lihat gambar A). Gelas itu ibarat diri kita, dan air itu ibarat tekanan-tekanan / masalah yang menimpa diri kita. Masalah-masalah itu akan terus bertambah dan terus masuk ke dalam gelas. Apa yang terjadi kemudian? Jika kita tidak memiliki penyaluran, maka yang terjadi adalah seperti gambar B, yaitu air tumpah dari gelas. Kondisi ini sama dengan kondisi orang yang stress, dia bisa mengalami kegilaan atau bentuk-bentuk stress yang lain. Jadi masalah akan datang sedikit demi sedikit, terus menerus di tumpuk, dan pada titik yang kritis maka semua akan meledak.

Bagaimana untuk mengatasinya supaya tidak stress? Langkah pertama adalah memperbesar ukuran gelas. Artinya menguatkan diri kita. Semakin besar ukuran gelas, semakin banyak air yang masuk dan tidak tumpah. Artinya, semakin kuat seseorang, semakin dia mampu menerima beban yang orang lain tidak mampu menerima. Makanya kadang kita melihat orang yang terkena masalah kemudian menjadi murung atau bahkan bunuh diri, sementara orang lain yang mengalami beban yang lebih berat terlihat masih bisa tersenyum. Perbedaannya adalah pada ukuran gelasnya, alias kekuatan pribadinya.

Para psikolog (dari barat kalau gak salah) kemudian mengeluarkan alternatif mengatasi stress yaitu dengan membuat lubang-lubang pengaman di gelas, sehingga air tidak pernah sampai penuh, selalu bocor lebih dulu (lihat gambar C). Lobang gelas ini dalam kehidupan nyata berbentuk semisal bar tempat kita bisa menghancurkan berbagai barang, menggunakan foto orang yang dibenci sebagai sasaran tembak, dan berbagai pelampiasan stress yang lain (nggak tahu nih, apakah bersenang-senang di night club dengan musik yang hiruk pikuk dan memungkinkan orang berteriak-teriak dengan liar, termasuk sebagai lobang gelas atau tidak?). Dengan penyaluran seperti ini diharapkan air yang masuk tidak melebihi batas gelas (kapasitas diri). Kelihatannya solusi ini cukup cerdas bukan?

Tapi… ternyata ada yang jauh lebih cerdas lagi! Solusinya bukan membuat lobang pada sisi gelas, tetapi bagaimana membuat gelas tanpa dasar (lihat gambar D)! Dengan gelas tanpa dasar, air berapa banyakpun yang masuk maka tidak akan ada efek apapun bagi gelas. Semua langsung hilang. Bagaimana caranya membuat gelas tanpa dasar? Ternyata ini yang dipraktekkan oleh orang-orang yang taat beragama (note: teori ini tanpa merujuk agama manapun). Mereka selalu mengembalikan semua yang terjadi ke Tuhan, tidak ada yang tersisa buat mereka. Makanya mereka menjadi tidak akan pernah stress!

Itulah materi yang disampaikan oleh Bu Indri.

Sebagai catatan tambahan, bahwa dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah, ayat terakhir Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…. Ayat ini sebenarnya bisa kita jadikan pegangan untuk tidak stress, karena Tuhan sudah menjamin kita tidak akan dibebani berlebih dari kemampuan kita!

Untuk yang ingin mencari referensi, boleh baca buku “Jiwa yang Tenang” karya Prof. Dasteghib. Buku ini mengajarkan tentang berserah diri. Kalau dihubungkan dengan teori ini, buku ini mengajarkan tentang bagaimana menjadi gelas tanpa dasar. Tapi nggak tahu nih buku itu masih bisa dicari or nggak. Kemarin aja aku nyarinya agak susah.. Kalau ada yang perlu, boleh deh kontak aku untuk peminjaman buku itu.

Jan
04
Filed Under (Ek Sos Pol) by dotindo on 04-01-2007

Aku masih penasaran dengan buku Freakonomics, aku berkali-kali lagi membaca buku itu, mencoba untuk lebih menemukan pola yang ada di-dalamnya. Akhirnya pagi ini ketemu! Ternyata pola itu sudah dituliskan dibagian Kata Pengantar. Berikut ide yang dia jadikan dasar analisa :

  • Insentif adalah landasan kehidupan modern
  • Keyakinan umum (conventional wisdom) seringkali salah
  • Efek dramatis sering mempunyai sasaran-sasaran yang jauh, bahkan tidak terlihat
  • Pakar menggunakan kelebihan informasi mereka untuk membantu agenda mereka sendiri.
  • Mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana mengukurnya bisa membuat dunia yang kompleks menjadi tidak atau kurang kompleks.

(FYI: kemarin aku menuliskan bahwa dasar Freakonomics kalau aku simpulkan setelah membaca adalah Logika + Statistik. Kalau dibandingkan point di atas, maka logika dan statistik menggambarkan point yang terakhir. Tapi bayanganku, empat point pertama itu sebenarnya juga merupakan bagian dari logika. Tapi biarlah, itu adalah point yang dituliskan oleh penulis bukunya sendiriJ).

Uraian tentang point-point diatas pastilah panjang, silahkan baca bukunya sendiriJ.

Tentang istilah Freakonomics, ternyata penulis berharap itu bisa menjadi sebuah ilmu baru. Dalam artian ilmu ini bukan mempelajari suatu objek (semisal uang, makroekonomi, dll) tetapi bagaimana mempergunakan berbagai tools analisa ekonomi untuk menjawab berbagai pertanyaan. Mungkin ilmu ini sekiranya bisa dijadikan baku, dengan menguraikan dasar berpikir dan berbagai tools yang digunakan, mungkin akan menarik. Dari buku pertama ini isinya baru merupakan contoh-contoh penerapan analisa. Semoga deh keluar buku yang kedua yang menjelaskan pola dan dasar-dasar analisa.

Jan
02
Filed Under (Uncategorized) by dotindo on 02-01-2007

Berapa harga sebuah kesalahan teori?

Tergantung, teori apa itu.

Kemarin aku ada masalah di gigi, ternyata di empat sudut terjadi keausan. Sumber aus itu ternyata aku salah arah dalam menggosok gigi! Gondok bin sebel, karena aku masalah cara menggosok gigi ini justru dikasih tahu oleh dokter gigi di jaman aku tingkat 2 kuliah. Ketika aku tanyakan itu, dokter gigi yang baru menjawab “Pada saat itu memang teorinya menggosok gigi seperti itu. Setelah ketahuan ternyata memberi efek-efek seperti ini (gigi korosi di empat sudut), teori itu diubah”. FYI, dokter gigi yang mengkonfirmasi terakhir adalah orang UI dan dokter gigi yang mengajari gosok gigi di awal adalah orang Unpad.

OK lah, sebuah kesalahan teori yang berujung pada kerusakan gigi secara permanen (soalnya gak bisa dikembalikan ke kondisi semula).

Hal yang menarik, aku dapati dari data di buku Freakonomics, bagian yang menceritakan tentang faktor penyebab penurunan angka kriminalitas. Bagian itu menunjukkan data tingkat aborsi sebesar 3.6 juta per tahun di US pada tahun 2000!

(Koreksi : data yang benar adalah tingkat per tahun 1.5 juta, dan total hingga tahun 2004 mencapai 37 juta pengguguran kandungan. Aku kalau urusan persisnya angka sering lupa:D)

Aku kemudian teringat Sigmund Freud, bapak psikologi yang mengajarkan manusia untuk membebaskan urusan seksualnya karena urusan itu adalah bagian yang paling mengganggu pikiran manusia (obsesi utama). Dengan itu dibebaskan maka manusia bisa konsentrasi ke urusan dunia (materi) dan mencapai kemajuan. Aku nggak tahu apakah teori tersebut benar atau tidak ( membaca tulisan aslinya aja aku belum pernah euy:( ). Namun aku teringat pada film Jurasic Park (film tentang kembalinya Dinosaurus dengan teknologi kloning genetika). Di film tersebut ada dikisahkan bahwa pemilik Jurasic Park mengundang berbagai ilmuwan untuk melihat tamannya dia dan dimintai komentar. Komentar yang aku ingat terus hingga saat ini adalah komentar sang ahli Matematika. Dia berkata bahwa dia masih belum tahu apakah ada masalah atau tidak, tetapi dia mengingatkan bahwa "Menentang hukum alam, pasti akan membawa bencana!". Dan dia menjelaskan bahwa proses alam telah mengakibatkan kepunahan Dinosaurus, ketika sekarang kita membalikkan proses itu, menghidupkan kembali Dinosaurus, maka bencana tinggal dinanti. Dan terbukti kata-katanya benar, proses kehamilan dinosaurus yang dikontrol ternyata kacau akibat sifat reptil (atau kodok? lupa aku), sel induk yang dijadikan perantara kloning.

Kembali ke Sigmun Freud, teorinya tentang membebaskan urusan seksual, "sepertinya" (kata sepertinya saya kasih tanda kutip, karena butuh perdebatan panjang untuk membuktikannya) melawan hukum alam tentang manusia dan proses pernikahan yang sudah digariskan Tuhan. Berbagai macam agama mengatur masalah pernikahan. Baik itu Hindu, Budha, Islam, Kristen, Yahudi, dll (tidak terhitung agama buatan manusia yang tidak dikenal) semuanya mengatur masalah pernikahan. Anggaplah untuk saat ini terjadi proses melawan hukum alam (ketentuan Tuhan) oleh Sigmund Freud. Kemudian, apa yang didapat dari proses melawan hukum alam ini?

Buku Freakonomics secara tidak langsung menguraikan efek tersebut.

  • Pertama, terjadi proses kehamilan yang tidak diinginkan. Ini banyak sebab, karena ekonomi (bayangkan perempuan miskin, hidup sendirian, harus menanggung anak?), kedewasaan, dll. Para bayi yang dihasilkan dari kehamilan tidak diinginkan ini kecenderungannya dibesarkan tidak dengan baik sehingga akhirnya mereka cenderung ke dunia kriminal. Akibatnya angka kriminalitas tinggi!
  • Kedua, pada suatu masa akhirnya aborsi dinyatakan legal di Amerika. Ketika itu ratusan ribu proses aborsi dilakukan. Dan efeknya, ketika para "bayi yang seharusnya dilahirkan" itu diperkirakan mencapai usia dewasa, ternyata angka kriminalitas menurun tajam. Artinya, akibat para "calon kriminal" tidak jadi dilahirkan (karena aborsi), maka angka kriminalitas turun (dalam Freakonomics, Levitt tidak berbicara etik, dia hanya menyajikan analisa data).

Jadi secara ringkas, kesalahanan teori Freud memberikan efek :

  • Angka kriminalitas meningkat
  • Untuk menekan kriminalitas, dilakukan aborsi yang mencapai 3.6 juta per tahun di Amerika.

Total angka aborsi selama beberapa tahun jelas jauh melebihi pembantaian genocide yang pernah dilakukan manusia manapun (ini diungkap juga di Freakonomics).

Seandainya teori ini dikaji dengan ilmiah dan bisa dibuktikan dan disajikan  secara ilmiah bahwa ada sebuah kesalahan teori dan para ilmuwan kemudian melakukan koreksi bersama, mungkin revolusi budaya dunia mungkin akan terjadi. Dan mungkin ini bukan hanya teori dari Freud saja, tetapi juga teori-teori lain yang mendasari sistem kapitalisme dan materialisme. Mungkinkah ini terjadi? Wallahu a’lam. Yang jelas ini jauh dari keahlianku. Silahkan para ilmuwan sosial dan para filsuf untuk melakukannya. Jangan hanya berdiri di menara gading, dunia menantimu wahai Filsuf.