Dec
21

Arti Sebuah Doa

Filed Under (Religion) by dotindo on 21-12-2006

Kemarin-kemain ini aku sempat berpikir, apa sih sesungguhnya doa itu?

Apakah benar bahwa doa itu merupakan permohonan yang kita ajukan dan pasti dikabulkan-Nya?

Dari pemikiranku tersebut aku mengambil kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut :

  • Doa dikabulkan HANYA JIKA Tuhan berkenan terhadap doa itu. Bahwa orang yang suka membunuh, mencopet, kemudian berdoa supaya matahari dijatuhkan ke algojo yang akan mengeksekusi dia supaya dia batal mati dan bebas.. tentunya sangat kecil kemungkinan doa dikabulkan. Begitu juga misalkan aku berdoa supaya besok persis matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur, belum tentu dikabulkan.
  • Bahwa semua yang akan terjadi telah tertulis di "Lauhul Mahfudz" (kitab yang terjaga yang ada di langit), maka sebenarnya semua yang akan terjadi itu sudah ada ketentuan-Nya. Termasuk kita berdoa dan kemudian dikabulkan.. semua itu sudah ada dalam kitab-Nya. Dengan demikian doa sebenarnya tidak mengubah apapun.
  • Jika memang seperti dua point diatas, terus apa artinya doa? Dua point diatas seolah-olah mengatakan "Doa itu tidak ada efeknya" dan "Tuhan akan memutuskan apapun yang menjadi kehendak-Nya, dengan atau tanpa doa kita". Aku akhirnya mengambil kesimpulan bahwa doa itu sebenarnya adalah ibadah. Berdoa adalah perintah-Nya ==> menjalankan perintah-Nya berarti ibadah. Doa itu juga sebenarnya merupakan pengakuan kita terhadap Tuhan (tauhid), yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Silahkan baca Al-Qur’an, dan sebagian besar isinya menyadarkan bahwa kita ini harus mengakui bahwa Tuhan itu satu, Allah. Bahkan aku sampai berkesimpulan, bahwa intinya Al-Qur’an itu memberi petunjuk bahwa Tuhan itu satu, Allah.
  • Kalau memang Tuhan akan bertindak sesuai kehendak-Nya, terus bagaimana janji-Nya "berdoalah pada-Ku, niscaya akan aku kabulkan" (surat apa dan ayat berapa, lupa aku) ? Yah di point pertama telah aku jelaskan, tentunya yang dikabulkan yang terutama adalah doanya hamba-hamba yang sholeh. Dan hamba-hamba-Nya yang sholeh pastilah doa-doanya pun doa yang baik, yang sopan, dan memang itu akan diberikan oleh Tuhan, meski waktunya merupakan ketentuan Tuhan. Kalau sampai berdoa yang aneh-aneh, mungkin ini terhitung sebagai suatu dosa dan orang itu menjadi tidak sholeh, dan Tuhan tidak terikat lagi untuk harus memenuhi doa orang yang tidak sholeh tersebut.
  • So, what next? Kalau mau berdoa, ya berdoalah. Nggak mau berdoa, ya nggak usah berdoa. Toh Tuhan itu Maha Besar. Berdoa ataupun tidak, tidak akan mengubah ketentuan yang tertulis di "Lauhul Mahfudz". Bahwa kita tidak berdoa, tentunya tindakan itupun sudah tertulis di "Lauhul Mahfidz". Begitupun jika kita berdoa. Jika kita berdoa, tidak perlulah terlalu memaksa. Cukuplah dengan keyakinan bahwa Tuhan Maha Rahman, Maha Rahim. Tuhan akan memberi kita, jauh diatas doa kita. Doa kita itu hanyalah sebuah ibadah yang tidak akan mengikat pemberian Tuhan. Berdoalah dengan ihlas, tanpa mengharap Tuhan akan mengabulkan sesuai doa kita. Karena Tuhan memberi kita adalah yang terbaik yang Tuhan lihat sesuai diri kita. Bahwa Tuhan mengabulkan kurang atau lebih dari doa kita, itu pastilah Tuhan melihat kekuatan diri kita juga untuk menerimanya.

Itulah sekelumit kesimpulanku tentang doa. Doa hanyalah sebuah ibadah. Maka.. lakukanlah :-). Hasil dari doa.. lupakanlah, karena Tuhan akan memberi lebih dari yang kita panjatkan. Bukankah kita tidak pernah memohon diberi oksigen? Bukankah kita tidak pernah memohon dilancarkan buang air besar? Toh terbukti Tuhan tetap memberi kita anugerah tersebut:-)



1 Comment So Far

helza on 25 November, 2008 at 2:45 pm #
    

Conclusion ttg “Do’a adalah Ibadah” persis yang ditulis oleh Permadi Alibasyah dlm bukunya Renungan Kalbu, bukunya ok banget pernah jadi “best seller” ya jika pemahaman do’a adalah ibadah, kita jadi ploong dan tetap berdo’a dikabulkan or tidak..,yups You are right, Tuhan lbh tau yg terbaik buat ciptaanNYA :)


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: