Nov
22

Serakah membawa sengsara

Filed Under (General) by dotindo on 22-11-2006

Aku barusan melewati Semanggi. Dari arah Sudirman menuju ke Gatot Subroto arah ke Cawang. Macettttt… Hal yang mungkin sudah dianggap biasa.

Tetapi ketika aku lihat, menyebalkan sekali. Ternyata salah satu biangnya adalah di Plaza Semanggi. Antrian kendaraan yang masuk menyebabkan kendaraan dari arah sudirman susah maju.

Kemudian aku berpikir.. apa yang terjadi seandainya Plaza Semanggi itu tidak ada ?

1. Pembangunan semacam Plaza Semanggi (PS) akan didirikan di tempat lain (Plaza Semanggi Lain / PSL), sehingga meningkatkan penyebaran pembangunan.

2. Keuntungan para tenant, pemilik modal, dll tidak didapat dari PS, tetapi mereka akan mendapat keuntungan yang lebih kecil dari PSL.

3. Gangguan lalu lintas tidak separah saat ini di Sudirman. Di tempat lain (PSL) lalu lintas akan meningkat, tetapi masih dalam kapasitasnya.

4. Para karyawan yang bekerja di Plaza Semanggi, tidak bekerja disitu, tetapi bekerja di PSL.

Dengan gambaran umum ini, terlihat, seandainya tidak ada keserakahan sesaat, tentunya orang tidak akan membangun Plaza Semanggi disitu. Dan tentunya kesengsaraan masyarakat tidak akan setinggi saat ini.

Sory, Plaza Semanggi disini hanya aku jadikan contoh. Inti yang aku ingin sampaikan adalah, bahwa serakah pada akhirnya akan membawa kesengsaraan bagi kita semua.

Dan hal ini berlaku general. Tidak hanya di kasus bisnis saja. Tetapi juga di kebijakan, juga di personal.

Kemarin aku sempat melakukan sesuatu. Kujalani semua langkah demi langkah dengan etik. Tetapi ditengah jalan aku menemukan ternyata aku tanpa sengaja telah melanggar etik. Seharusnya saat itu aku harus langsung mundur, membatalkan semua langkah yang sudah terjadi. Namun karena saat itu sedang emosi, terlupa dengan etika, termakan keserakahan, sehingga terus berjalan. Dan akhirnya.. menemukan kesulitan di ujung. Ketika aku introspeksi, ini adalah kesalahanku, akibat serakah. Seandainya aku strict dengan etika, tentunya aku tidak akan bertemu kesulitan di akhir.

Tulisan ini bukan untuk mengata-ngatai siapapun. Tulisan ini hanya sebagai pengingat, termasuk diriku juga, untuk tidak serakah. Bahwa pada saatnya keserakahan akan menghasilkan kesengsaraan.



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: