Jul
18

Berpikir logis itu susah?

Filed Under (Education) by dotindo on 18-07-2006

Logika. Untuk yang kesekian kalinya aku melihat logika yang terbalik-balik. coba lihat di sini :

Link: Model-model "Playboy" 3 Dilaporkan, Samsons Juga Kena - KOMPAS CYBER MEDIA.

Ini cuplikan beritanya (kalau males baca link tersebut):

===

Sementara itu, petugas gabungan Polda Metro Jaya menggelar razia majalah Playboy yang dijual di lapak-lapak dan agen di wilayah Jakarta. Razia yang dilaksanakan Senin (17/7) itu juga melibatkan petugas dari sejumlah Polrestro dan Polsektro.

Sebanyak 900 majalah disita dalam operasi tersebut. Majalah Playboy yang disita merupakan edisi kedua dan ketiga, serta puluhan majalah lainnya, salah satunya Popular. Sejumlah penjual majalah dibawa untuk dimintai keterangan.

Kepala Satuan Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Polda Metro Jaya AKBP  Ahmad Rifai membenarkan razia tersebut. "Kami sebatas meminta keterangan mereka untuk mengetahui siapa pemasoknya," ujarnya saat dihubungi Warta Kota, Selasa (18/7).

===

Heran aku, apa manfaatnya coba Polisi mencari keterangan pemasok majalah? Kenapa nggak langsung ke induknya, perusahaan yang menerbitkan, jika memang polisi merasa itu bermasalah?

Pertanyaanku, sebenarnya Polisi ini logika berpikirnya terbalik atau memang sengaja mencari-cari alasan (untuk tujuan lain, entah apa itu)?

Aku sedih untuk dua kemungkinan itu.

Kemungkinan bahwa Polisi nggak mampu berpikir logis, ini yang aku sedihkan. Padahal dalam bayanganku berpikir logis itu cuman ibarat melangkahkan kaki ke depan aja. Apa susahnya? Hmm.. kali aku harus memikirkan bagaimana mendidik orang untuk berpikir logis?

Kemungkinan kedua, bahwa Polisi sengaja mencari-cari alasan (untuk tujuan lain, entah apa itu) aku juga sedih. Sedih kenapa Polisi menganggap masyarakat bodoh? Sedih, kenapa Polisi merendahkan logika? Kalau memang ada alasan yang mau disembunyiin, kenapa nggak mencari alasan yang lebih berkualitas? Yang nggak begitu kelihatan bohongnya gitu lho… Hmm, atau kali aku perlu memikirkan juga untuk mendidik menipu yang logis:D.

Semoga Tuhan memberkati bangsa ini untuk mampu berpikir dengan logis dan hati yang jernih, Amien..



4 Comments Already, Leave Yours Too

teddy on 30 July, 2006 at 12:15 am #
    

sepakat fik.
tapi banyak kok orng indonesiayg berpikir logis,

cuma karena mereka logiis (dan cerdas!) mereka milih kerja di sektor swasta,
he he he

viva private sector!


Taufiq on 8 September, 2006 at 9:54 pm #
    

Hehe..
Emang sih, yang berpikir logis cenderung akan di swasta.
Tapi ada juga perkecualian :
1. Orang yang bener2 idealis, nggak mikirin diri, bener-bener pengabdian (kayaknya ini sedikit ya prosentasenya?)
2. Orang yang memilih keterjaminan dari pemerintah, meskipun pendapatan kecil tapi pasti. Mereka tidak berniat untuk curi-curi. Jumlah ini kayaknya lumayan ada juga. Cuman barisan ini mengkhawatirkan, karena mereka cenderung untuk mudah terlarut dalam lingkungan.


Kreshna on 28 September, 2006 at 2:30 am #
    

Heh, those Playboy-raiding cops actually remind me of this:

Q: what’s the difference between a conservative and a liberal?

A: a liberal buy porn magazines and read them in the privacy of their home. A conservative, on the other hand, found censorship commission and read porn in group.

translation:

Q: Apa bedanya seorang konservatif dan seorang liberal?

A: seorang liberal membeli majalah porno dan membacanya sendirian di rumah. Seorang konservatif membentuk komisi sensor majalah, merazia majalah-majalah porno, dan membacanya bersama-sama anggota komisi yang lain…

:P


rizky andrea on 2 January, 2008 at 9:25 pm #
    

kecenderungan masyarakat indonesia dalam menghadapi situasi seperti itu terkadang jauh dari yang namanya pemikiran logis atau menggunakan nalar (naif)memang namun itulah faktanya. kepolisian, birokrasinya, ataupun instansi publik lainnya sekarang tidak lagi mengedepankan yang namanya logical thinking, seolah-olah mereka itu melupakan fitrahnya sebagai manusia. kita ini hanya orang-orang yang hanya mampu melihat dan memandang saja karena tangan kita yang terbelenggu oleh kemunafikan dunia. itulah indonesia selalu tidak pernah belajar dari kesalahan dan kegagalannya dan selalu melakukan tindakan yang sama.


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: