Mar
31

beda Ulama Iran dan Indo

Filed Under (Education) by dotindo on 31-03-2006

Kemarin malam aku ngobrol dengan Gina dan Noudie, sambil jalan santai habis makan di Jl. Pahlawan, bandung.

Kita ngobrol mulai dari penyebab kemajuan manusia (pada dunia Islam di jaman dulu dan di dunia barat saat ini). Sampai ujung2nya nyasar ke perbedaan Ulama Iran dan Ulama Indo.

Kesimpulan kita adalah : kalau Ulama Iran strateginya adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk bisa memahami ilmu, sementara Ulama Indo memilih untuk menyederhanakan ilmu supaya bisa dijalankan masyarakat (disini kita melirik pada ulama-ulama NU). Jadi ketika ilmu diatas dan masyarakat di bawah, untuk mempertemukannya Ulama Iran mengangkat level masyarakat, sementara ulama Indo menurunkan level ilmu.

Dua strategi itu kita nilai setara, karena pilihan bagaimanapun harus melihat situasi yang dihadapi. Jangan salah, menurunkan ilmu itu bukan hal yang mudah lho. Tidak banyak Ulama yang mampu membuat penyederhanaan. Semakin hebat ulama itu, maka pembicaraannya makin sederhana. Beberapa nama yang bisa kita lihat diantaranya adalah Mustofa Bisri, Hamka.

Pada saat berbicara itu, aku jadi teringat Kakekku. Tadinya aku nggak ngerti kenapa kok Kakekku (almarhum, H.A. Abdul Chamid, Kendal) disebut orang sebagai ulama besar. Semasa hidup beliau pernah menjadi anggota Rois Syuriah di PBNU (semacam MPR nya lah kalau di negara), ini adalah posisi yang tinggi, beliau pada waktu itu diatasnya Gus Dur. Aku juga melihat penghormatan orang-orang pada beliau cukup tinggi (termasuk dari ulama-ulama besar lain). Yang aku heran, perasaan aku melihat kakekku orang yang biasa-biasa sekali. Perkataannya sederhana. Aktivitasnya juga mengajar orang-orang desa dengan ilmu-ilmu yang sederhana. Buku-buku yang ditulisnya pun buku sederhana (semacam amalan sehari-hari, petunjuk sholat, dll). Sekarang aku baru nyadar, bahwa kakekku termasuk sedikit Ulama yang mampu menyederhanakan ilmu sehingga bisa tersampaikan ke petani, orang desa yang lugu-lugu.

Kembali tentang Gina, Noudie dan satu lagi Dhyni, mereka adalah partnerku diskusi soal pendidikan. Kemampuan mereka.. top deh! Cuman sayang mereka kayaknya agak kurang percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri. Padahal sebenarnya mereka udah membuktikan sendiri, bahwa mereka mampu. Saat ini di Indo sudah ada CD Multimedia Education dari Penerbit Ganeca Exact, Grafindo, Intan Pariwara, Tiga Serangkai dan Grafindo. Nah, 3 dari 5 penerbit itu, mereka sebenarnya yang ikut membidaninya. Dua jempol deh buat mereka :D. My thanks to you my friends:-).



5 Comments Already, Leave Yours Too

puji on 31 March, 2006 at 2:52 am #
    

bukannya dgn menurunkan level ilmu, ilmu itu sendiri akan cepat hilang dibantingkan dengan mengangkat level ilmu masyarakat..Mas?


Taufiq on 3 April, 2006 at 1:56 am #
    

Nggak Mas,
Menurunkan ilmu itu maksudnya, mencari inti ilmu itu dan menyampaikannya dalam bahasa yang sederhana sehingga bahkan orang desa yang tidak terdidik pun bisa memahaminya. Misalkan kita bicara ilmu agama, maka tidak berbicara tentang sholat dari sisi filsafat dll yang membingungkan, tetapi cukup: yang penting bisa sholat dulu. Nanti bertahap baru bertambah.
Yang terjadi ini (menurunkan ilmu) tidak berarti menghilangkan ilmu, tetapi bagaimana membuat orang yang tidak tahu bisa segera mengikuti. Tentang ilmu berkembang, diantara sekian banyak orang, pastilah ada 1-2 orang yang cukup bagus, nah mereka itulah yang berkembang.
Apakah strategi ini salah atau tidak, menurutku tidak bisa dikomentari secara cepat, karena harus melihat situasi. Bisa jadi ini strategi yang optimal (meski mungkin kita tidak puas).


Sany on 8 October, 2006 at 5:12 am #
    

mas buka http://www.eGaneca.com deh.
Itu juga buatan ganeca exact. Dan kebetulan merupakan situs eLearning pertama di Indonesia yang membahas soal-soal smp dan sma..
Selamat mencoba yach..


Taufiq on 15 November, 2006 at 4:10 am #
    

Hello Mas Sany:)
Yah, awalan yang bagus dari Ganeca. Semoga terus dan terus lebih baik.
Salam buat teman-teman di Ganeca ya..


helza on 26 November, 2008 at 6:58 am #
    

ada pendapat bhw”orang yang jenius” adalah justru org yg dapat menyampaikan sesuatu yang sulit dgn bhs yg sederhana,sbg contoh pendapat yg mengemukakan bhw pendidikan dasar tk dan sd itu baiknya selevel “Profesor” tapi yang bisa menyampaikan dan mengerti bhs dan gaya anak2, pelawak yg berbobot justru katanya paling jenius he2..nyambung nggak sich :)


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: